EVALUASI PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK PADA JAGUNG (Zea mays L)

  • Rachmat Adiputra Universitas Bandung Raya
Keywords: jagung, mutu jagung, teknologi industri

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknologi penanganan pasca panen jagung di tingkat petani dan membandingkan dengan perlakuan introduksi serta  mengevaluasi standar mutu jagung yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan  yaitu  membandingkan penanganan pasca panen jagung perlakuan petani dan perlakuan introduksi mulai dari pemanenan, pengeringan  tongkol, pemipilan, pengeringan pipilan, pengemasan dan penyimpanan serta mutu yang dihasilkan. Data sekunder diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Takalar, sedangkan data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung dilapangan. Penelitian  dilakukan di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penanganan pasca panen perlakuan petani menghasilkan kadar air jagung 16,3% bb, butir rusak 0,8 %,butir pecah 3,2%, kadar kotoran 0,3%. sedangkan teknologi penanganan pasca panen perlakuan introduksi mampu menghasilkan kadar air jagung 12,4% bb, butir rusak 0,2 %,butir pecah 1 %, kadar kotoran 0,2%. Mutu jagung perlakuan introduksi berada pada mutu I sedangkan perlakuan petani mutu I berada pada parameter butir rusak,butir warna lain, dan kadar kotoran. Mutu III pada parameter butir pecah. Mutu IV pada parameter kadar air,. Konsep dan praktik penanganan pasca panen yang baik efektif jika didukung dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta manajemen waktu proses panen.

Published
2020-01-31