PENGARUH DAMPAK KEGIATAN SEISMIK 3 D TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PANGAN DAN BUAH-BUAHAN DI KABUPATEN INDRAMAYU

  • Tohidin Tohidin Universitas Wiralodra
Keywords: seismik 3D, ketahanan pangan, padi sawah, jeruk, mangga

Abstract

Penelitian tentang kajian dampak kegiatan seismik 3 D terhadap keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan dilakukan di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini bekerjasama dengan para ahli dari Institut Pertanian Bogor sebagai mitra. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak negatif dari kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi dengan metode Seismik 3D terhadap pertumbuhan tanaman pangan dan buah-buahan di Kabupaten Indramayu, sehingga tujuan penelitian yang diharapkan dapat mematahkan anggapan masyarakat bahwa kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi dengan metode Seismik 3D dapat merusak tanaman pangan dan buah- buahan di Kabupaten Indramayu. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui pendekatan regresi untuk mengetahui hubungan dampak seismik dengan kondisi tanaman, baik tanaman jeruk, mangga, maupun padi sawah. Pengolahan data juga dilakukan menggunakan pendekatan ANOVA (analysis of variance) dan Uji t-Student untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan keberhasilan produksi tanaman. Tidak ada kerusakan pada tanaman padi sawah, jeruk, dan mangga yang diakibatkan oleh kegiatan seismik 3 D yang dibuktikaan dengan tidak dijumpainya tanaman padi sawah yang mengalami kerusakan atau kematian tanaman, kecuali kerusakan akibat terinjak-injaknya tanaman oleh tenaga kerja seismik. Demikian pula dengan  jenis  pohon jeruk dan mangga yang mengalami kerusakan atau kematian bahkan tanda- tanda kematian seperti kerontokan (gugur) daun, pengeringan ranting dan cabang setelah dua minggu pasca seismik. Kegiatan seismik 3 D tidak berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah, yang dibuktikan dengan tidak adanya perubahan antara kondisi kandungan hara tanah pada pra seismik dengan pasca seismik. Kegagalan budidaya tanaman hortikultura terutama tanaman jeruk lebih diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit yang telah ada sebelum kegiatan seismik dilakukan.

Published
2020-01-31