KAJIAN POTENSI CADANGAN KARBON (CARBON STOCK) HUTAN TANAMAN Acacia crassicarpa PADA LAHAN GAMBUT (STUDI KASUS DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI KABUPATEN BENGKALIS, PROVINSI RIAU)

  • Fetty Dwi Rahmayanti Universitas Borobudur
  • Benny Joy Universitas Padjadjaran
  • Teguh Husodo Universitas Padjadjaran

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga diwajibkan untuk mengurangi sumber emisi gas seperti CO2, emisi pabrik, transportasi dan penggunaan energi fosil pada pembangunannya. Salah satu usaha yang dilakukan dalam menghadapi meningkatnya gas rumah kaca adalah meningkatkan kemampuan vegetasi baik hutan, kebun dan tanaman lain dalam mengikat CO2. Karbon yang tersimpan pada hutan tanaman baik yang terdapat pada bagian atas dan bagian bawah merupakan suatu cadangan sumber daya alam yang dapat digunakan bagi keberlangsungan hidup terutama dalam kondisi krisis lingkungan global yang terjadi saat ini.

Penelitian ini didasarkan pada pendugaan cadangan karbon pada biomassa, nekromassa Acacia crassicarpa dan tanah gambut hutan tanaman industri di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung cadangan karbonĀ  (carbon stock) pada biomassa, nekromassa Acacia crassicarpa dan tanah gambut hutan tanaman industri di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dan mengestimasi pembangunan hutan tanaman industri yang berkelanjutan pada lahan gambut di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Metode yang digunakan pada penelitian ini melalui pendekatan metode dominant quantitative-less dominant qualitative dan metode pengumpulan data pada penelitian ini didominasi menggunakan metode survai. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya cadangan karbon pada biomassa 2.808.363,28 t c/ha, nekromassa 2004, 437 t c/ha dan tanah gambut sebesar 560.938,5 t c/ha. Keberadaan hutan tanaman industri dapat memberikan jasa ekologis berupa cadangan karbon apabila dilakukan pengelolaan yang tepat, khususnya memiliki peluang simpanan pada nekromassa dan tanah gambut.

Published
2019-01-28